Gelar Pelatihan Guru Super Memory System, Ini Manfaatnya untuk Pembelajaran
CILACAP – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, para guru mengikuti kegiatan pelatihan penguatan guru dengan materi Super Memory System (SMS) yang dilaksanakan di SD Al-Irsyad 02 Cilacap. Kegiatan ini diisi oleh Ustadz Dwi Agus Wahyono dan berlangsung dengan penuh antusias. Pelatihan ini bertujuan membekali guru dengan metode mengajar yang lebih efektif, kreatif, dan menyenangkan.
Pada sesi awal, pemateri menjelaskan prinsip dasar kerja otak manusia. Otak kiri berperan dalam logika, bahasa, angka, dan analisis, sedangkan otak kanan berfungsi dalam imajinasi, kreativitas, warna, gambar, dan emosi. Super Memory System bekerja secara optimal ketika kedua belahan otak tersebut diaktifkan secara bersamaan, sehingga proses mengingat menjadi lebih kuat dan tahan lama.
Selanjutnya, peserta dikenalkan dengan Story System, yaitu teknik mengubah informasi menjadi cerita imajinatif yang singkat, lucu, unik, dan penuh aksi. Setiap informasi saling berinteraksi dalam cerita agar mudah diingat. Pemateri menekankan agar guru menghindari cerita yang terlalu panjang, rumit, dan tanpa tindakan, karena justru menyulitkan proses mengingat.
Materi berikutnya membahas pentingnya asosiasi warna dan gambar dalam pembelajaran. Warna dan gambar membuat informasi lebih menarik, merangsang kreativitas, serta membantu otak menyimpan informasi lebih lama. Selain itu, diperkenalkan pula Memory Place atau sistem lokasi, yaitu menempatkan informasi pada lokasi yang sudah dikenal seperti rumah, kelas, atau lingkungan sekitar, lalu menghubungkannya dengan cerita imajinatif yang tersusun secara berurutan.
Sebagai penutup, pemateri menyampaikan bahwa Super Memory System memiliki dasar ilmiah dari studi Roger Sperry tentang spesialisasi belahan otak. Metode ini bertujuan meningkatkan daya ingat, membuat belajar lebih cepat dan menggembirakan, serta memudahkan mengingat pelajaran, angka, bahasa, dan konsep abstrak. Teknik ini sangat cocok diterapkan mulai dari siswa sekolah dasar hingga orang dewasa, sehingga diharapkan para guru dapat mengimplementasikannya dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.