Pentingnya Menjaga Lisan dalam Amanat Upacara Bendera dan Pengumpulan Sampah Daur Ulang

Pentingnya Menjaga Lisan dalam Amanat Upacara Bendera dan Pengumpulan Sampah Daur Ulang

**Upacara Bendera dan Pengumpulan Sampah Daur Ulang di SD Islam Al-Irsyad Gintungreja**  

Senin, 18 November 2024, SD Islam Al-Irsyad Gintungreja mengadakan upacara bendera rutin dengan petugas upacara dari kelas 4 yang dibimbing oleh wali kelas mereka, Ustadzah Santi. Para siswa kelas 4 menjalankan tugas mereka dengan penuh tanggung jawab, mulai dari pengibaran bendera hingga pembacaan teks Pancasila. Kedisiplinan dan kekompakan mereka mendapat apresiasi dari para guru dan siswa yang hadir.  

Sebagai pembina upacara, Ustadzah Bella menyampaikan pesan yang sangat inspiratif. Dalam amanatnya, beliau mengingatkan pentingnya menjaga perkataan kita sehari-hari. Ustadzah Bella menganalogikan ucapan kita seperti teko—jika teko berisi air teh, maka yang keluar adalah air teh, bukan yang lain. Hal ini mengajarkan siswa untuk selalu berkata baik, karena apa yang kita ucapkan mencerminkan isi hati dan pikiran kita. Pesan ini diterima dengan antusias oleh siswa, yang tampak memahami pentingnya berhati-hati dalam berbicara.  

Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pengumpulan sampah yang dapat didaur ulang. Siswa membawa sampah plastik, kertas, dan barang-barang lainnya dari rumah untuk dikumpulkan di sekolah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program peduli lingkungan di SD Islam Al-Irsyad Gintungreja. Dengan adanya program ini, siswa diajarkan untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan kembali barang yang masih bisa digunakan.  

Melalui kegiatan upacara dan pengumpulan sampah daur ulang ini, SD Islam Al-Irsyad Gintungreja tidak hanya menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan dan pentingnya menjaga ucapan. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk siswa menjadi pribadi yang lebih baik, peduli, dan bertanggung jawab baik kepada diri sendiri, lingkungan, maupun sesama.